Minggu, 09 Juli 2017

Gelas Kaca


       Untuk laki-laki yang dulu kuanggap sebagai saudara melebihi saudaraku sendiri, dan mungkin akan selalu begitu, NW.





Non, apa kabarmu? .....kuharap kau baik-baik saja.
Masih ingatkah kau kepadaku? Haha, tidakkah kau merasa waktu berlalu dengan cepat, tidak, terlalu cepat, seperti baru kemarin ketika kau membelikanku sebuah laser mainan yang kemudian kau membantuku dengan membohongi ibuku dengan mengatakan bahwa itu merupakan mainan bekas punyamu. Apakah kau masih ingat? Aku masih ingat betul kejadian ini.

....


Aku masih ingat, banyak hal yang pernah kita lalui bersama dulu, tidakkah kau merasa aneh? Sekarang kita berjalan ke arah masing-masing dan tahukah kau? Jujur aku sangat merindukan dirimu, tetapi aku paham ketika kita tidak lagi sering menghabiskan waktu bersama, semuanya menjadi sangat aneh, kaku, canggung. Sekarang aku bahkan merasa segan jika hanya untuk menanyakan kabarmu secara langsung , Aku paham hubungan kita semakin renggang seiring kita beranjak dewasa.

Tapi, kau akan selalu punya tempat tersendiri dalam diriku, tahu mengapa?
Karena

..

Sewaktu bersamamu selama 6 tahun itu, kukira kita hampir sama....,
aku dan kau lahir pada waktu yang sama, 13 Oktober, laki-laki Oktober, laki-laki Zenith dan Nadir kata orang, aku tidak begitu mengerti artinya, tapi kukira cukup keren.
....."laki-laki zenith dan nadir".

...
Aku ingat bagaimana hanya kau dan aku yang selalu dikenal alm. Bu Hanidar hanya karena tanggal 13 oktober itu.

Aku dan kau juga memiliki latar belakang yang sama menyedihkannya..
.

Kita memilki banyak kesamaan dan kecocokkan sehingga waktu itu kau kupandang sebagai 'big brother' .
Aku ingat betul kau bilang kau lebih tua dariku karena kau lahir pada pagi hari -sedangkan aku malam hari- pada tanggal itu.
Ya alasan yang kekanak-kanakan memang, tapi aku percaya itu benar.

Oiyah, apakah kau ingat 'tiga serangkai' ?
Grup bodoh yang kita buat setelah pelajaran ppkn waktu itu.
Ah, 3 Serangkai,
aku rindu sekali pada kata itu.

Apakah kau ingat hanya kau dan aku yang mengetahui lagu-lagu lawas , seperti lagunya Ebiet, SID, dll di kelas dulu dan bagaimana kita sering menyanyikannya bersana,
ngomong-ngomong soal SID, apakah kau masih ingat lagu Jika Kami Bersama-nya SID ? Kau lah yang mengenalkanku pada lagu ini dan kau tau? Sampai sekarang pun aku masih sering memutar lagu itu sebagai pengingat akan dirimu dan kau tahu,aku masih hapal betul lagunya, non.


Ah,  waktu berlalu begitu cepat.

Sekarang aku merasa kau begitu jauh dariku, sekarang aku bahkan menjadi terpikirkan seandainya aku bisa memutar ulang waktu, aku akan sangat sangat mau kembali ke masa-masa itu,

...

Apakah kau ingat, dulu aku sering memintamu untuk membayar jajanku? Maafkan aku yang rakus dulu non.
Hei apakah kau ingat , kita dulu sering bermain bola di sudut sekolah ketika jam istirahat dan bahkan kita pernah dikejar-kejar CS karena kita memakinya? Haha kita memang sangat berandal dulu.

Apakah kau ingat, bagaimana kita bertukar boneka yang kita dapatkan dari permainan itu? Aku bahkan masih ingat dengan jelas bagaimana kau mengatakan kepadaku bahwa boneka yang kuberi padamu sudah rusak karena bukan rupanya boneka itu bukan boneka yang baru? Haha.

...

Sewaktu pengambilan ijazah, dia datang, dan kau tau, aku ingin sekali menghabiskan waktu bersama kalian lagi, tetapi aku tidak bisa ikut bersama kalian waktu itu karena masalah les ku, sekarang aku sangat menyesali keputusanku waktu itu. Mengingat saat pengambilan ijazah itu rupanya merupakan saat-saat terakhir kita bertiga dapat bertemu secara langsung.

Aku sangat menyesal.

.










Bertahun-tahun tiada kontak denganmu...aku sendiri selalu ingin menanyakan kabarmu, tapi kutakut kau sibuk bersama dengan teman-teman barumu, jadi kuputuskan untuk tidak melakukannya.
..
Sampai tiba-tiba terdengar kabar bahwa ibu mu meninggal, aku terkejut,

Kukira kau masih ingat, aku kesana bersama teman-teman SMPmu,
kau tau, aku pun pada awalnya juga mengajak dia untuk pergi ke rumahmu menengokmu, tetapi dia tidak mau, sekarang jika kutanya dia lagi, dia berkata dia menyesali keputusannya untuk tidak datang bersamaku ke tempat mu, padahal kukira itu merupakan kesempatan untuk kita bertiga kembali bersama. Tapi ya sudahlah

Kau tau? aku akui aku pernah tersedu di jalan memikirkan tentang dirimu, nasibmu, oh lone ranger, dikau yang malang.
Tapi non, jika kau tau tentang nasibku, kau pasti akan berpikir kau tidak sendirian, kita hampir sama, dan aku selalu ada untukmu, merindukanmu.
Aku bersyukur bisa mengenalmu di kehidupan kali ini.

Kuingat pernah mengajakmu untuk reuni bertiga dengannya tetapi kau bilang 'tidak', jujur aku kecewa, ya tapi mau bagaimana lagi, aku mengerti akan sangat canggung jika tiba-tiba bertemu kembali setelah bertahun-tahun tidak bertemu.




...




Aku tidak tahu kenapa aku menulis ini, ya mungkin karena aku tidak akan bisa berkata tentang semua ini kepadamu secara langsung, aku berharap, suatu hari nanti, kau dapat membaca ini.

Aku tau sekarang kau memiliki teman-teman terdekatmu yang baru yang mungkin menganggapmu spesial, yang berempati kepadamu, aku tau itu,,
Yah.. aku cuma berharap kau masih mengingatku dan apa yang sudah kita lakukan bersama dulu hahaha

, aku sangat berharap dapat bertemu lagi denganmu dan dengan dia, kita bertiga, suatu hari nanti, meskipun terdengarnya memang mustahil, kau tau aku akan selalu percaya akan hal ini.



meskipun aku tidak selalu berada didekatmu, jika kau punya masalah, kau bisa mengatakannya padaku.
Seperti yang dikatakan lagu itu
Ketika tiada tempat bagimu tuk berlari
Ketika tiada orang yang akan peduli
Aku dan dia selalu menunggumu disini
Langkah sekali lagi! Hei!
.....

Seolah seakan akan lagu tersebut memang diciptakan untuk kita.





Dan akhirnya, aku selalu ada untukmu.

Jaga dirimu.

Salam
Temanmu, saudaramu,
9-7-2017









Photo source : akun fb meme comic indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar